Tampilkan postingan dengan label indo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

Pengobatan Ustad Guntur Bumi terbukti menyimpang

Halaman Anda. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr H Amirsyah Tambunan, mengatakan Ustad Guntur Bumi (UGB) terbukti melakukan penyimpangan dalam praktik pengobatan alternatifnya.

"Setelah dilakukan investigasi, terbukti UGB melakukan penyimpangan yakni dalam hal persyaratan infaq, sedekah dan zakat," ujar Amirsyah usai temu media di Jakarta, Rabu (12/3).


Seperti diberitakan Antara, prinsip syariah tidak membebankan pasien, berbeda dengan praktik pengobatan UGB yang mensyaratkan sejumlah uang. "Tidak boleh dibebankan, semuanya harus secara sukarela," ujarnya.

Amirsyah mengatakan sejumlah pasien dari UGB telah melapor kepada MUI. Oleh sebab itu MUI segera mengambil tindakan dengan melakukan investigasi.

"MUI akan melakukan pengawasan terhadap pengobatan ruqyah yang dilakukan UGB selama enam bulan ke depan," kata dia.

UGB sendiri mengakui ada stafnya yang khilaf, oleh karena itu dia akan segera melakukan pembenahan.

UGB yang mempunyai nama sebenarnya Susilo Wibowo juga menandatangani pernyataan dengan MUI, yang salah satu poinnya hanya menerima sedekah dari orang yang berobat melalui cara-cara yang diperbolehkan agama dan tanpa paksaan.

Sebelumnya, UGB dituding melakukan penipuan dalam praktik pengobatan alternatifnya. Seorang korban yang bernama Hans Suta mengaku rugi puluhan juta rupiah.

Hans juga mengaku ibunya telah menjual beberapa perhiasan miliknya untuk mengobati sang nenek. Tapi penyakit yang dialami neneknya tak kunjung sembuh.

Mahasiswi PGRI dicabuli

Halaman Anda. MD yang merupakan mahasiswi Universitas PGRI NTT ini ditawari oleh Yosep Agustinus Nage warga RT 14/RW 04 Kelurahan Fatululi, untuk diantar ke kampus. Namun di pertengahan jalan, bukannya ke kampus melainkan Yosep putar haluan membawa MD ke Jalan Klaret Penfui. Di sana, MD dicabuli oleh Yosep sekitar pukul 15.45 Wita.

Kabag Humas Polres Kupang, Kota, AKP Januarius Mau, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/3/2014), mengatakan, kejadian tersebut sudah terjadi Rabu lalu namun baru dilaporkan korban pada Minggu (9/3/2014) malam. Saat ini, katanya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan sesuai alamat yang disampaikan korban mengingat rentang waktunya sudah berjalan sekitar lima hari.

Januarius mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Yosep yang menawarkan jasa kepada MD untuk mengantarnya ke kampus PGRI. Dalam perjalanan, bukannya MD diantar ke kampus melainkan dibawa menuju arah Penfui. Setibanya di TKP, Yosep memarkir motornya di semak-semak dan melakukan aksi bejatnya dengan merayu MD untuk berhubungan badan. Namun MD mengelak ajakan tersebut.

Yosep yang sudah dipenuhi nafsu birahi marah. Ia menendang MD dan menginjaknya. Ia menarik baju milik MD hingga robek. MD dibuat tidak berdaya oleh Yosep. Melihat MD tak berdaya, Yosep bukannya merasa iba, malah sebaliknya terus melakukan aksi bejatnya ini. Ia meramas payudara MD. MD pun merontak sehingga membuat Yosep merasa tidak aman.

Yosep kemudian mengambil tas MD yang berisi laptop merk Accer berwarna abu-abu. Karena melihat situasi aman, MD pun kemudian lari menyelamatkan diri. Dan, atas kejadian tersebut MD, datang melapor ke Mapolres Kupang Kota guna diperoses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Laporan polisi tersebut dengan Nomor: LP/B/176/III/2014/SPK Resor Kupang Kota, Minggu (9/3/2014). Laporan diterima Bripka AH Harun mengetahui Ipda Bobby J. Mooynafi, SH, MH.